Golkar Ancam Berhentikan Kader Jika Tersangkut Korupsi e-KTP

G+

Dunianews.net - Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, akan memberhentikan sementara kader Partai Golkar yang terlibat dalam korupsi e-KTP. Sejumlah kader Golkar yang pernah menjabat di Komisi II DPR diduga terlibat dalam korupsi tersebut.

"Kalau terbukti bersalah diberhentikan dan harus ada keputusan pengadilan yang inkracht," kata Nurdin di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, Kamis (9/3).

Nurdin mengatakan, ketentuan itu berlaku bagi setiap kader Golkar. Tidak memandang jabatan yang diemban di kepengurusan partai berlambang pohon beringin itu.

"Tidak mengenal ketua umum. mengenai aturan siapa pun dia kalau melakukan pelanggaran sesuai dengan AD/ART maka sudah diatur pemberian sanksinya," kata Nurdin.

Nurdin yakin dugaan yang dilontarkan pada kader partai Golkar masih berstatus praduga tak bersalah. Ia meminta semua pihak menghormati proses hukum.

Ia menegaskan, praduga tak bersalah adalah salah satu produk hukum yang harus ditaati. Mereka akan melihat proses hukum karena di Golkar sudah ada yang mengatur tentang sanksi dan mekanismenya.

"Kami ada pakta integritas, kalau seseorang kalau sudah dinyatakan tersangka, otomatis nonaktif sementara," kata Nurdin.

Hari ini Golkar mengadakan Rapat Koordinasi Teknis di Hotel Redtop. Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto hadir sekitar pukul 09:10. Ia enggan menjawab saat ditanya soal korupsi e-KTP.

"Kemarin kan sudah dijawab semua," kata Setya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua bekas pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto sebagai tersangka, dan hari ini keduanya menghadapi sidang dakwaan.

Mereka diduga menyalahgunakan wewenang dalam pengadaan proyek KTP elektronik (e-KTP) tahun 2011-2012, dengan dugana kerugian negara mencapai Rp2,3 triliun dari total nilai proyek Rp6 triliun.

Beberapa hari sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, sejumlah nama besar ada dalam dakwaan. Ia enggan menyebutkan nama-nama itu. Namun ia meyakini pembacaan dakwaan akan mengejutkan.


Sumber : CNN Indonesia

Loading...
Follow Us :

About Redaksi News

    Blogger Comment
    Facebook Comment
Loading...