Warisan Berujung Maut dan Permohonan Maaf Kakak Kandung Murniati

G+

Jakarta - Murniati tewas di tangan kakak kandungnya, Abdul Rachman, dalam penganiayaan yang berlangsung sekitar 20 menit. AR kalap karena sang adik tidak mau menjual rumah.

Polisi menyubut motif Abdul membunuh Murniati gara-gara urusan warisan. Abdul disebut beberapa kali meminta Murniati menjual rumah di Cipayung, Jakarta Timur, namun ditolak. Rumah itu merupakan rumah yang ditempati korban.

"Tidak ada (motif lain)," kata Kasat Reskrim AKBP Sapta Maulana saat dihubungi detikcom, Jaktim, Jumat (13/1/2017).

Keterangan kepolisian, AR tiba di rumah di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, tersebut menggunakan motor Yamaha Jupiter MX berwarna putih nopol B 4034 TBR, Selasa (10/1) sekitar pukul 02.00 WIB. AR yang memegang kunci langsung memasuki rumah.

Baca Juga : Mahasiswi Murniati Dibunuh Kakak Kandung dan Misteri Warisan

AR berbincang dengan Murniati layaknya kakak dan adik. Keduanya lalu terlibat cekcok mengenai harta warisan tersebut.

Namun, AR tersulut emosi lantaran Murniati menolak menjual. AR membenturkan kepala adiknya ke tembok hingga terjatuh. Mulut Murniati dibekap dengan tangan kanan. AR juga menutup wajah korban dengan guling hingga meninggal dunia.

Setelah mendapati adiknya tewas, AR meninggalkan rumah Murniati. Polisi mengatakan tidak ada barang yang dibawa oleh AR.

Kunci rumah tersebut sempat dibuang AR untuk menghilangkan jejak. Namun, polisi berhasil menemukan kunci itu di wilayah Setu.

Kunci rumah itu menjadi petunjuk polisi dalam mengungkap kasus tersebut. Keterangan keluarga kepada polisi, kunci tersebut sempat hilang beberapa waktu sebelumnya saat AR datang ke rumah ibu korban.

"Jadi yang pegang kunci itu dua orang, si korban sama ibunya. Nah, kunci yang dipegang ibunya itu pernah hilang sewaktu kakaknya itu datang ke rumah. Karena hilang, ibu korban bikin kunci duplikat," ujar seorang perwira polisi yang enggan disebutkan namanya.

Dari situ, polisi memiliki kecurigaan bahwa pelaku adalah orang dekat dengan korban. Hasil penyelidikan polisi akhirnya mengerucut pada AR yang ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (11/1).

"Karena, pada saat korban ditemukan tewas itu, kunci korban ada di kamar korban," lanjut sumber tersebut.

Sementara itu, AR diketahui menulis status terakhir di aplikasi BlackBerry Messenger (BBM). Seperti gambar yang diterima detikcom, Kamis (12/1/2017), terlihat akun BBM AR memajang foto sang adik yang dibunuhnya.

Baca Juga : Keluarga Pertanyakan Motif Pembunuhan Mahasiswi Tri Arum

Gambar tersebut diperoleh dari salah satu teman Murniati yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, itu adalah status BBM terakhir AR. Status itu dipasang pada hari Rabu (11/1).

Di BBM-nya, AR memakai foto profil gambar sang adik, Murniati. Status terbaru pada BBM dengan nama Abdul Rachman itu di-update terakhir pada pukul 20.40 WIB.

Di bawah foto profil terdapat tulisan status. Abdul Rachman menyampaikan permintaan maafnya.

"Mohon maaf atas semuanya....@Polres JakTim," demikian tulisan pada status BBM AR.


Sumber : detik
Loading...
Follow Us :

About Dunia News

Media Online Indonesia
    Blogger Comment
    Facebook Comment
Loading...