Universitas Sarajevo Bosnia Hentikan Kegiatan Belajar Selama Shalat Jum'at Berlangsung

G+

SARAJEVO, BOSNIA Dunianews.net - Universitas utama Bosnia tidak akan mengadakan kelas selama shalat Jum'at, mendorong kritik dari beberapa gelintir pembenci yang menganggap itu merupakan sebuah langkah menuju "Islamisasi" akademisi, meskipun peribadatan agama lain juga mendapatkan perlakuan yang sama.

The New Arab melaporkan hari Jum'at (30/12/2016) bahwa universitas Sarajevo pekan ini mengadopsi rencana untuk menghentikan kegiatan selama sekitar satu setengah jam setiap hari Jum'at untuk mengakomodasi shalat berjamaah.

Meskipun universitas juga telah memutuskan untuk tidak mengadakan kelas selama jam ibadah Katolik dan Ortodoks pada hari Sabtu dan Ahad, Milorad Dodic, presiden dari entitas Republika Srpska Serbia Bosnia mengutuk langkah tersebut, mengatakan "ini semakin seperti negara Islam".

Dodic mengatakan pihak berwenang Sarajevo juga telah melarang alkohol pada malam tahun baru.
Penjualan alkohol juga dilarang oleh peraturan internal dua pusat perbelanjaan yang baru dibangun di kota yang dimiliki oleh investor Teluk.

Tiga partai politik sayap kiri dan liberal termasuk Partai Sosial Demokrat (SDP) juga mengecam langkah itu di tengah kekhawatiran mereka atas radikalisasi di kalangan minoritas Muslim Bosnia.

Universitas Sarajevo, bagaimanapun tetap pada pendiriannya, mengatakan keputusan itu diambil dengan tujuan menghormati "hak asasi manusia dan kebebasan denominasi".

Sekitar separuh dari 3,5 juta penduduk Bosnia adalah Muslim, menurut 2013 Sensus yang diterbitkan pada tahun 2016.



Sumber : Voa Islam
Loading...
Follow Us :

About Dunia News

Media Online Indonesia
    Blogger Comment
    Facebook Comment
Loading...