Bapepam: 101.244 Investor Penguna Kartu AKSes

G+

JAKARTA (Dunia News) - Bapepam-LK mengungkapkan pengguna fasilitas kartu Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) sebanyak 101.244 investor (29,06 persen) hingga September 2011 dari total 348.373 investor yang bertransaksi di lantai bursa.
"Kami berharap investor memiliki kartu AKSes supaya bisa melacak dan memonitor kepemilikannya di pasar modal," kata Ketua Bapepam-LK Nurhaida dalam kata sambutannya di Investor Summit di Jakarta, Kamis (6/10/2011).
Ia mengakui dengan minimnya investor menggunakan fasilitas AKSes ini akan memacu otoritas bursa dan pasar modal untuk terus melakukan sosialisasi menyeluruh dan berkelanjutan terhadap seluruh nasabah yang telah memiliki rekening efek di pasar modal.
"Semakin awal serta dini investor memiliki AKSes, maka mereka bisa melihat apakah ada ketidakcocokan kepemilikan efeknya dengan perusahaan efek, sehingga bisa dicegah penggunaan yang negatif atau kekeliruan oleh investor," imbuhnya.
Hingga September 2011 terdapat subrekening efek di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebanyak 348.373 investor dengan single investor identity (SID) sebanyak 269.111, serta pengguna kartu AKSes yang dikeluarkan sebanyak 101.244. "Bapepam mengimbau kepadap perusahaan efek dan investor untuk menggunakan Akses supaya terhindar dari kasus-kasus penyalahgunaan," sarannya.
Selain menggunakan kartu AKSes, Bapepam-LK juga menawarkan perlindungan kepada investor dengan membentuk dana perlindungan pemodal, meningkatkan pemantauan portofolio efek dan dana nasabah dari perusahaan efek, serta meningkatkan peran pelaku industri dalam mengembangkan jumlah pemodal domestik. "Bayangkan, baru 0,2 persen (pengguna AKSes) bila dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia," ucapnya.
Ke depan, upaya sosialisasi dan edukasi harus dilakukan dengan terarah dan terpadu, yang antara lain difokuskan pada peningkatan jumlah emiten dan peningkatan jumlah investor ritel dan institusional, terutama investor domestik. "Bahkan, ada upaya untuk memasukkan kurikulum tentang pasar modal dan industri keuangan non-bank dalam mata pelajaran di sekolah dan perguruan tinggi," tuntasnya.

Sumber : ANT
Loading...
Follow Us :

About Dunia News

Media Online Indonesia
    Blogger Comment
    Facebook Comment
Loading...